Cara Untuk Mengenal Diri Sendiri

Setelah kita belajar tentang pentingnya memahami dan mengerti diri sendiri, sekarang kita akan membahas tentang cara untuk mengenal diri sendiri. Saat Anda ditanya tentang siapakah diri Anda? Apa jawaban yang akan Anda berikan pada si penanya?

Pada pembahasan kali ini akan saya buat ilustrasi atau contoh untuk memudahkan pemahaman kita.

Berikut ini adalah sebuah percakapan singkat antara si A dan si B:

A: “Siapakah kamu sebenarnya?”
B: “Aku adalah si B”
A: “Aku tidak bertanya tentang namamu, aku bertanya siapa kamu?”
B: “Aku seorang pedagang”
A: “Aku tidak bertanya profesimu, melainkan siapa kamu?”
B: “Aku adalah manusia”
A: “Aku tidak menanyakan jenismu, siapa kamu sebenarnya?”
B: “?????”

Kenyataannya tidak mudah untuk mengenal diri sendiri, mengenal siapa diri kita sebenarnya. Kebanyakan diantara kita mengabaikan hakikat diri yang sebenarnya. Mereka tidak mengenal secara penuh siapa dirinya sebenarnya, apalagi mengetahui untuk apa sejatinya mereka hidup.

Sebenarnya, satu-satunya cara untuk mengenal diri sendiri secara pasti adalah dengan mengetahui siapa Pencipta kita. DIAlah Pencipta, Pemilik, sekaligus Pengendali penuh atas diri kita, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Berbagai cara yang diajarkan oleh guru-guru kita, mulai dari menggali potensi, mengasah bakat, karakter, dll. semuanya itu sebenarnya adalah alat bantu yang digunakan untuk memudahkan kita mencari jalan untuk mengenali diri.

Pertanyaannya sekarang adalah, seberapa jauh Anda mengenal Sang Pencipta?

The following two tabs change content below.

Miftahur

Marketing Manager at Teeshoot Kaos Fotografi
Miftahur Roziqin, “Seorang Muslim, Mahasiswa, & Blogger yang punya passion di dunia IT dan Entrepreneurship”

  28 comments for “Cara Untuk Mengenal Diri Sendiri

  1. Jun
    May 1, 2012 at 10:50 pm

    Berarti jawaban untuk pertanyaan “Siapa kamu sebenarnya?” adalah “Aku makhluk ciptaan-Nya”-kah?

    Untuk jawaban pertanyaan di akhir posting, jujur, tidak terlalu jauh. Mungkin hanya beberapa langkah.

  2. May 2, 2012 at 9:04 am

    BETUL BANGET. jawabannya adalah Hamba Alloh. Makhluk ciptaanNya.

    Jati diri yg sesungguhnya ya itu.

  3. nug
    May 2, 2012 at 7:29 pm

    tapi nek jawaban “Aku makhluk ciptaan-Nya” kui dinggo neng Interpersonal Skill dosene bu Suada bakal dipertanyakan neh, brarti nek jawabane kui dirimu belum mengenali dirimu secara utuh, masih terlalu umum, belum khusus, nah lo… pie wi jal? intinya adalah psikologi adalah bukan ilmu pasti :D

    • October 31, 2012 at 8:46 pm

      Kalau “Aku makhluk ciptaan-Nya” memang masih terlalu umum…

      Tapi kalau jawabannya “Aku adalah Hamba-Nya” itu sudah sangat khusus dan spesial… :)

  4. blog jengkol dot com
    May 3, 2012 at 11:07 am

    Jago kali kamu buat blog mas..?ajarin donk..?

    • October 31, 2012 at 8:46 pm

      Boleh sharing :) Saya juga masih belajar Mas…

  5. May 3, 2012 at 4:56 pm

    mantap artikelnya mengingatkan kita kepada pencipta :)

  6. harni
    July 1, 2012 at 10:26 pm

    diri saya adalah makluk ciptaan dri Allah SWT,

    • October 31, 2012 at 8:48 pm

      benar, begitu pula dengan saya…

  7. lelbasariko
    September 12, 2012 at 7:17 pm

    Bukannya aku belum mengenal diriku tapi aku ragu bagaimana caraku untuk mehami sejarah hidupku?,setiap hari aku merasa hanya menjalankan apa yang yang ada tampa berfikir untuk melakukan sesuatu yang baru yang bermanfaat untuk hidup dan matiku,menurutku blog ini mengingatkanku untuk menggingat Allah .makasihhhhhhhhhh

    • October 31, 2012 at 9:04 pm

      Syukur Alhamdulillah jika sedikit artikel ini bisa memberi manfaat untuk Anda :)

      Semoga Alloh senantiasa membimbing Anda ke jalan yang lurus :)

  8. matihidup sama
    October 12, 2012 at 5:40 pm

    Per lu di jelaskan pula apa sebenarnya yang di sembah dan yg menyembah. karena jika di jelaskan banyak kalangan yg tidak mengerti dan akhirnya akan jadi sesuatu yg kurang baik. hanya orang2 tertentu yg bisa menerima / umum tidak umum. utk sendiri aja gus.

  9. October 26, 2012 at 1:52 pm

    Assalamu alaikum sahabat . .

    Saya ingin bertanya sesuatu . . Pertanyaan ini saya dapat dari guru spiritual saya dan saya di tugaskan untuk mencarinya :

    jika kamu percaya pada ALLAH
    tolong sebutkan salah satu warisan ALLAH SWT yg diwariskan di dalam diri kita

    • October 31, 2012 at 9:02 pm

      Wa’alaikumsalam…

      Warisan Alloh yang ada dalam diri kita adalah Asmaul Husna. Sifat-sifat Pengasih, Penyayang itu diwariskan oleh Alloh ke dalam diri setiap manusia.

      Sehingga hati nurani manusia sejak lahir selalu menyukai kasih sayang, perdamaian, dan membenci segala bentuk kebathilan.

      Ini tanda KekuasaanNYA yang tak terbantahkan :)

  10. November 1, 2012 at 11:04 am

    Bisa sharing Via Sms Atau Tlpn gak ??? Masih ada yg pengen saya tanyakan ..

    Ini Nope ku 085339044664

    makasih

  11. November 2, 2012 at 12:30 pm

    Itu sifat rohani sahabatku ..

    Tunjukan salah satu sifat yg nampak di jasmani kita ??

  12. Icha
    November 20, 2012 at 6:07 pm

    saya ingin sharing…
    saya merasakan kurang bisa menjalani hidup ini..
    banyak orang memberi komentar, saya orang yang tidak bersemangat.
    saya selalu memotivasi diri saya tapi sebentar lagi juga ga semangat lagi…
    jadi bagaimana caranya?
    terus juga saya kurang bisa menerima kritik’n orang,

  13. muchlas wong pati
    November 22, 2012 at 3:47 pm

    lha anda siapa coba jawab?

  14. agus andreansyah
    November 28, 2012 at 6:38 pm

    ucapan dan tingkah laku aku yang baik itu lah aku yang sesungguhnya, selebihnya setan.

  15. el
    December 6, 2012 at 4:34 pm

    RUH

  16. Avryllie's
    January 31, 2013 at 7:00 am

    Aku adlah Makluk ciptaanNya. Yg dibekali Akal serta pikiran ynk hrz kt jaga ,kt rawat, manfa’atkn serta syukuri smua nikmat yg ada.

  17. enggar
    February 24, 2013 at 11:58 am

    aku pernah bertanya pada seseorg,,bagaimana cara mengenal Tuhanku,,trus di jawab,,klo km ingin mengenal Tuhanmu, kenalilah diri km sendiri,,,trus aku baca di posting agan,,” klo km pingin kenal diri km,,maka kenalilah Tuhan km,,,bingung jadinya nih gan

    • February 24, 2013 at 4:23 pm

      Kita akan mengenal diri sendiri jika kita sudah sadar dimana posisi kita sebagai Hamba, dan posisi Alloh sebagai Tuhan dari sang Hamba.

      apa saja tugas hamba, apa saja tugas Tuhan, jangan sampai berbenturan.

      Salah satu contoh simpel adalah, tugas Hamba adl Bersedekah (mengikuti perintah Tuhan), tugas Alloh adl Membalas sedekah. Mengenai apa, bagaimana, dan kapan balasan itu diberikan, itu urusan Alloh, tugas Hamba hanyalah Bersedekah.

  18. Sandi Kaladia
    November 22, 2013 at 4:15 am

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA
    DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?
    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.
    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya. Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsure dalam dari tubuh manusia. Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.
    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:
    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?
    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?
    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?
    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?
    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?
    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?
    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?
    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?
    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?
    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?
    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?
    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?
    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?
    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.
    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA. Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semuah adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.
    Saya berani mengetasnamakan Sunda, bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan.
    Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA. Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar. ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.
    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM. Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu. Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI. Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini. Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat agar dapat bersembunyi dengan tenang, yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman, PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.
    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.
    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal sebagai JATI DIRI, sbb:
    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)
    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)
    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)
    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)
    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)
    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)
    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)
    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)
    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)
    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku

    • Sandi Kaladia
      December 13, 2013 at 12:45 am

      JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
      SANGKAN PARANING DUMADI
      SANGKAN PARANING DUMADI
      SANGKAN PARANING DUMADI

      Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
      Memasuki Ruang Insun, Telah Melahirkan
      Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
      Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
      KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
      SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
      DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

      1?Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
      akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
      (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
      JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
      TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
      Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
      SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

      2?Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
      akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
      (Potensi HI~DI~RI meliputi:
      HI adalah alam Subconcious
      DI adalam alam Concious
      RI adalah alam HIperconcious)

      3?Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
      akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
      (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
      Panca Maha Buta)

      4?Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
      akan memahami HI~DIR~nya.
      (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

      5?Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
      akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
      (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
      pada Tribaka)

      6?Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
      akan memahami TAMAT~nya.
      (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
      Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
      yang segera memasuki Blackhole
      untuk keluar dari Jagat Raya
      dan meledak menjadi Bigbang,
      di ruang hampa, gelap gulita,
      bertekanan minus)

      7?Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
      akan memahami WIWIT~nya.
      (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
      yaitu berupa potensi Jawahar Awal
      di Jagat Raya Baru)

      (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
      “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
      LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
      ????????????????????????????
      Mandalajati NIskala membuka sebuah tabir
      PINTU JAWAHAR AWAL
      KE PINTU JAWAHAR AKHIR

      Manusia pada hakekatnya bagian dari Tuhannya.
      Seluruh isi semesta “BERENANG” TENGGELAM
      di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
      (Zibghotulloh).

      Sagala sesuatu termasuk Manusa MANUNGGAL
      di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
      (Sapanunggalan).

      TUHAN SANG MAHA BESAR, sekaligus juga
      Sang MAHA KECIL memiliki
      TIGA ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
      yang “gumulung” jadi tunggal, dari lingkup
      SANG MAHA BESAR sampai pada lingkup SANG MAHA KECIL
      disebut; JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH), berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING?

      SANG MAHA BESAR / AGUNG
      adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MAKRO,
      yaitu ZAT ABADI SANG MAHA BESAR berupa HU~DA~RA
      YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN KHALIQ,
      mimiliki:

      Energi “HU” Acining Air, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?

      Energi “DA” Acining Tanah, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?

      Energi “RA” Acining Api, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?

      Ketiganya Gumulung di dalam SAJATINING HUDARA, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH?

      SEBAGAI PINTU HAWAL Zat Abadi Makro,
      yang disebut JAWAHAR HAWAL, yaitu:
      BIGBANG (Ledakan Nuklir) yang keluar dari WHITEHOLE.
      Inilah yang disebut proses DIA MENJADIKAN INSUN.

      SANG MAHA KECIL / LEMBUT
      adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MIKRO,
      yaitu ZAT ABADI SANG MAHA KECIL berupa ATOM
      YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN MAKHLUK,
      memiliki:

      Energi “HU” Proton, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU?

      Energi “DA” Netron, berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING?

      Energi “RA” Elektron. berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH?

      Ketiganya “Gumulung” dlm SAJATINING HATOM (Atom), berupa:
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM?
      ?POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM?

      sebagai PINTU HAKHIR Zat Abadi Mikro,
      yang disebut JAWAHAR HAKHIR, yaitu:
      INDUKSI INTI (Reaktor Nuklir) yg masuk ke dlm BLACKHOLE.
      Inilah yang disebut proses INSUN JADI DIA.

      (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
      “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
      LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
      ????????????????????????????
      Syair Sunda:
      JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
      ditulis ku Mandalajati NIskala

      Atma na sakujur raga.
      Hanargi museur na tazi.
      Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
      Paeunteung eujeung.

      Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
      Madet dina JAGAT LEUTIK.
      Gumulung sakuliahing cahya.
      Ngahideung Nu Maha Meles.
      Ngan beuratna Maha Beurat.

      Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
      PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
      HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

      Tandaning Insun lulus nurubus.
      Lolos norobos, Robbah lalakon.
      Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
      Bitu ngajelegur.
      Manggulung-gulung kabutna.
      Huwung nungtung ngahujung.

      Jadi jumadi ngajadi.
      INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
      Gelar Ngajawahar Awal.
      Gusti papanggih jeung Gusti.
      Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

      Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
      ????????????????????????????
      Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
      Zaro Bandung Zaro Agung
      Majelis Agung Parahyangan Anyar.

      Klik di google Mandalajati Niskala
      BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

      Pengirim Komentar:
      @Sandi Kaladia

  19. malik
    December 5, 2013 at 1:32 am

    mas kenapa.dalam perasaanku aku
    mencintai.sejenis atau istilah gay aku . udah berusaha.menghilangkan perasan.tapi ga bisa…….

    • Sandi Kaladia
      December 13, 2013 at 12:51 am

      Heheh….!
      Ikut nyeletuk ya:
      Bagus tuh daripada MEMBENCI SETIAP LAKI-LAKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose