Aktifitas / Renungan

Hilangnya HP Android Samsung Galaxy Mini

Malam ini dapat Ujian sekaligus Pelajaran Berharga, bahwa HP itu letaknya di tangan, jangan diletakkan di hati. Jadi kalau hilang hatinya ga stress.
Letakkanlah dunia ditanganmu saja, jangan dihatimu, karena semuanya cuma titipan.

Thanks buat kakak @Bahrun Ghozali, @Khoerodin Mohammad, @Muhammad Fadlur, & mas yg satu tadi belum tau namanya 😀

Itulah sebuah status yang saya tulis sepulang dari acara Sholawat Akbar Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf di Ponpes Diponegoro tadi malam. Sebenarnya itu pertama kali saya menghadiri acaranya Habib Syech. Saya berangkat bersama rombongan kakak kelas ke Ponpes Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta setelah sholat isya’.

Sampai di lokasi ternyata pengunjung telah memenuhi segala penjuru. Saya dapat SMS dari teman saya yang tinggal disekitar situ bahwa masih ada tempat di utara panggung. Kami pun berjalan pelan-pelan dikerumunan ribuan orang yang mayoritas berbaju putih-putih. Sesaat kemudian jalanan di depan kami sudah tertutup oleh jamaah, sehingga untuk lewat kami harus sedikit melompat disela-sela mereka.

Hanya selang satu menit atau bahkan kurang, saya merogoh saku, saya langsung tersadar bahwa tak ada HP di kantong saya. Segera ingat bahwa saat melewati jamaah yang padat barusan saya agak didesak oleh beberapa orang. Sadar bahwa HP Android saya hilang, langsung pinjam HP teman untuk mencoba menghubungi nomor saya.

Tapi tentu saja hasilnya nihil. HP nya tak mungkin jatuh. 99% dapat dipastikan bahwa  HP Android Samsung Galaxy Mini (usaha nembak keyword nih 😀 )  itu tadi diambil oleh orang-orang yang mendesak saya saat melewati kerumunan. Dan proses pencopetan itu terjadi kurang dari semenit. Sayangnya saya sama sekali tak hafal wajah orang-orang tadi.

Awalnya saya mengira bahwa di sebuah acara sholawat akbar seperti itu, tentunya yang hadir adalah orang-orang baik yang cinta sholawat. Namun ternyata tetap saja ada orang jahat. Astaghfirullohal’adzim…

Teman-teman pun berusaha membantu dan mencarikan solusi. Namun terlalu sulit untuk mencari seorang pencopet yang sama sekali tidak saya sadari, ciri-cirinya pun saya juga tak hafal. Akhirnya dalam situasi seperti ini yang bisa dilakukan hanyalah IKHLAS dan SABAR.

Memang kalau dipikir secara logika, ini adalah kerugian yang besar. Dalam HP Android Samsung Galaxy Mini (nembak keyword lagi 😀 ) Ada SMS, kontak, dan data yang sangat berharga. Data transaksi dengan client-client EtnikShop ada disana. Beberapa waktu yang lalu saya juga telah memesan kartu nama dan brosur yang didalamnya ada nomor HP saya. Tentu saja kartu nama dan brosur itu kini harus terbuang. Dan yang paling merepotkan adalah, setelah ini saya harus mengubah nomor kontak yang sudah menyebar ke antah berantah dunia maya, termasuk di beberapa akun penting saya.

“Mif, nomormu kan IM3, kamu bisa minta ganti nomor di gerai Indosat”

Masalahnya nomor yang hilang itu dulunya dibelikan oleh teman saya. Semoga saja teman saya itu dulu registrasinya pake KTP dia. Kalau tidak, mau gimana lagi.

Overall, dibalik kejadian tidak menyenangkan ini tentu saja ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Tingkatkan kewaspadaan dimanapun tempatnya, terutama di kerumunan orang banyak. Walaupun itu dalam sebuah majelis yang baik, namun belum tidak ada orang jahat disana. Bukan berarti kita su’udzon dan menuduh orang-orang itu jahat. Yang penting, kuncinya adalah WASPADA.
  2. Persiapkan diri Anda untuk menghadapi resiko-resiko seperti ini. Misalnya dengan membackup data untuk perangkat seperti HP, laptop, dll.
  3. Taruhlah dunia ini dalam genggaman tangan, jangan taruh dalam hati. Kata-kata ini mudah diucapkan, namun tak semua orang bisa mempraktekkan. Yang terpenting adalah, jangan terlalu mencintai dunia. Kalau bisa, zuhud lah kepada dunia. HP, dompet, dll. itu letaknya di saku dan di tangan, bukan di hati. Jadi kalau hilang, yang kosong adalah tangan dan saku kita, hati akan tetap tenang dan pikiran akan bisa mencari solusi dengan baik.
  4. Ingatlah bahwa semua yang ada disekeliling kita itu BUKAN MILIK KITA. Kita hanya dititipi oleh Tuhan. Keluarga, rumah, kendaraan, peralatan elektronik, dan semua benda yang kita kejar. Mereka bisa mati, hilang, pergi, dicuri, terbakar, habis, dll. Ini adalah suatu keniscayaan. Maka, jika apa yang dititipkan kepada kita itu diambil oleh Sang Pemilik (Alloh), kita harus mengikhlaskannya.
  5. Bertemanlah dengan orang-orang baik dan orang-orang sholeh. Mereka akan selalu setia dan membantu kita untuk sabar dalam segala kondisi.

Semua hanya masalah waktu, cepat atau lambat dunia disekitar kita, bahkan kita sendiri akan diambil olehNYA. Mungkin saat ini kita masih bisa mengumpulkan dunia, memeluk keluarga, tersenyum penuh kebangaan dengan keberhasilan, tapi semua itu PASTI berakhir. Jadi, sudah siapkah Anda?

Artikel ini juga saya share disini

7 comments

ada-akbar.com April 14, 2012 Reply

Sabar ya..
maling itu ada karena ada kesempatan,blm tentu di acara baik ga ada maling..

cba deh ke Indosat ,bisa insyaallah walau ga pake ktp registrasinya asal bawa 5 nomer terahir yang nt hubungi. . cbA AJA..smoga berhasil dapat nomernya kembali

Dian Ribut April 14, 2012 Reply

Kemarin malem aku baca statusmu, tapi tak kiro cuma gae pengajaran.. ternyata ada kejadian seperti ini 🙁

semoga diberi kesabaran oleh Allah SWT dan semoga mendapat ganti yang lebih baik. .

Salam

Dian Ribut

budiono April 14, 2012 Reply

waduh turut berduka bro. semoga yang nyolong itu gaptek sehingga ndak faham hape android. lha lak ada kontak emailnya juga tho? ayo segera ganti aja passwordmu

Harmony Magazine April 14, 2012 Reply

Seperti kutipan ustadz-ku, “harta itu memang hanya titipan, karena itulah kita ga boleh lalai menjaganya, karena menjaganya dengan baik juga bentuk syukur kepada Allah,” begitu katanya…

Sebagai ikhtiar untuk menjaga harta, dalam hal ini henpon, belilah henpon berharga murah. *saranku samsung 1080 150rb* yang digunakan khusus untuk event dimana banyak orang yang tidak kita kenal dan berdesakan. 🙂

Oh ya, seperti kata mas akbar, ingat-ingat saja 5 nomer yang sering kamu hubungi, nanti bisa kok dibalikin nomermu.

TONGKONANKU April 14, 2012 Reply

Jaman sekarang memang susah membedakan mana orang yg benar2 baik mana yg cuma kedok doank. Apalagi kalau baru kenal. Sekarang banyak penipu yg menyamar jadi orang baik.

ndop April 14, 2012 Reply

Nomerku 085648338167 mif, catet ya.. nek ndik Nganjuk, butuh 10 nomer yg sering dihubungi. Langsung inbox wae ndik FB konco2mu sing sering mbok sms.

mbayar 10 ewu, nomermu mbalik. Awakmu gak bingung kelangan pelanggan.

Info Dinar April 28, 2012 Reply

Semoga Ada hikmahnya dan ditukar dengan yang lebih baik,,,

ada kalanya kita perlu intropeksi mengapa hape tersebut hilang? untuk apa saja hape tersebut? sudah kah kita bersedekah dan zakat atas benda tersebut?

semua yang kita dapat adalah milik Nya (selama masih tergadai) setelah kita membelinya dengan zakat itulah milik kita 🙂

Semoga sukses kawan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related stories