Renungan

Sabar Menunda Kesenangan Untuk Kesenangan Yang Hakiki

Banyak orang mungkin kurang merasa sabar terhadap ketidaknyamanan dari ujian hidup yang dijalani. Padahal, jika kita tahu sebenarnya ada hikmah yang luar biasa dari sebuah kepahitan dan kegetiran ujian tersebut.

Ada suatu penelitian yang melibatkan seekor ulat saat ia masih menjadi kepompong. Ketika ulat tersebut mulai berusaha untuk bersusah payah keluar dari kepompongnya, mereka mempermudahnya dengan membuka kepompong tersebut. Namun apa yang terjadi? Kupu-kupu itu justru jatuh dan mati karena tidak dapat terbang.

Namun, ketika ulat dalam kepompong yang lain dibiarkan untuk berusaha keluar sendiri dari kepompongnya, awalnya ia akan merasa susah dan tidak nyaman. Namun, setelah ia berusaha bergerak dengan susah payah untuk keluar. Akhirnya proses pergerakan mendorong dalam ketidaknyamanan tadi membuat sayap-sayapnya kuat, terbentuk secara sempurna dan siap untuk terbang.

Hal ini merupakan suatu i’tibar bahwa adanya ujian atau ketidaknyamanan, ternyata bertujuan untuk membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih baik. Berbagai tantangan, kritik, cemooh, hinaan, maupun kegagalan dalam hidup ini adalah suatu proses kita untuk menunda kesenangan dalam rangka untuk memperoleh kesenangan yang hakiki dikemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related stories