Dunia IT

Serba Serbi Dunia Startup Indonesia

Hari ini saya berkesempatan ikut Seminar Teknopreneur yang digelar Kominfo di Hotel New Saphir Yogyakarta. Salah satu hal yang dibahas dalam seminar ini adalah tentang perkembangan dunia Startup di Indonesia oleh Rhein Mahatma (Co Founder Startupbisnis.com). Rasanya akan lebih bermanfaat apabila wawasan yang saya dapatkan dalam seminar tersebut dapat saya ‘ikat’ dan bagikan melalui Blog ini.

Sejak tahun 2010 hingga sekarang, Startup di Indonesia sudah banyak berkembang. Menyusul diakuisisinya Koprol oleh Yahoo pada tahun 2010, hingga menyebabkan banyak Capital Venture (pemodal) asing tertarik masuk ke Indonesia. Diantara Capital Venture yang masuk ke Indonesia antara lain: 500 startups, Batavia Incubator, Corfina Group, GEPI incubator, Cyver Agent Ventures, East Venture, Founder Institute, dan masih banyak lagi.

Kenapa mereka berbondong-bondong dengan semangatnya menanamkan modal di Indonesia?

Ternyata, hal ini karena di negara kita ini ada banyak sekali pemudanya. Kondisinya berkebalikan dengan Jepang. Di negeri sakura tersebut justru perbandingan generasi tua yang lebih banyak. Banyaknya pemuda di Indonesia, menyebabkan cepatnya sebuah produk digital diserap oleh market. Apalagi kondisi market di Indonesia sekarang sedang growing. Diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2023. Itulah alasan Capital Venture antusias masuk ke Indonesia.

Apakah ini buruk bagi Indonesia? Selama kita dapat menjadi pemain / founder dan tidak hanya menjadi konsumen, justru ini jadi peluang kita untuk maju. This is a challenge bro!

StartupsSaat ini sudah banyak lho Startup yang berkembang pesat di Indonesia. Sebagian besar dari mereka merupakan clone dari Startup yang sudah sukses diluar negeri, kemudian di adaptasi di Indonesia. Sebagai contoh adalah Talkmen.com yang meng-clone Askmen.com dan IdBlogNetwork.com yang mengadaptasi Google Adsense secara unik dan profesional.

Banyak sekali tipe Startup yang dapat di-clone dan diadaptasi di Indonesia, antara lain:

  1. Photo Sharing: Instagram, Piictu, Pinterest, Sicerely.
  2. Social Commerce: Storenvy, Goodsie, Magento.go.
  3. Micro hiring: Zaarlu, Fiverr, Craigslist, TaskRabbit.
  4. Mobile payments: Google Wallet, Giftly, Square, Intuit, Mobile Card.
  5. Education, Teaching, Blackboard killers: Skillshare, TutorSpree, Hoot.me, Coursekit, Coursehorse.
  6. Music Sharing: Spotify, Rdio, MOG, Turntable.fm.
  7. Last minute bookings: Hotel Tonight, Lifebooker, Savored, ZocDoc.
  8. Monthly deliveries: GuyHaus, ManPacsk,m FreshDirect, ShoeDazzle.
  9. Video job interviews: Ovia, Skype, Google Hangouts.
  10. Making technical things easy for non-techies: Onswipe, Goodsie, Flotype, Onepager.
  11. Social eReading experiences: Copia, AppAddictive, BookTracks.
  12. Renting everything: GetArround, Airbnb, Liquid Space.
  13. Mobile gaming: Rovio, Zynga, Lima Sky.
  14. Daily deals and Group commerce: LivingSocial, Groupon, SignPost, Group Commerce.
  15. Online dating: JDate, Match, OkCupid.
  16. Social travel and events: Soonar, Nextstop, SpotOn.
  17. Social news recommendation: Meebo, Twitter, Shelby.
  18. Flash Sales: HauteLook, Ideeli, Gilt Groupe.
  19. Social Networks for groups: Path, Facebook Page, Kohort.
  20. Check-ins: Foursquare, MyTown, Gowala.

Ituliah sekian banyak jenis-jenis Startup yang dapat digarap. Sekali lagi, ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menjadi founder. Jangan takut apapun ide yang Anda miliki, karena di dunia startup ide besar atau kecil, Efoort nya sama tapi Result nya bisa berbeda langit dan bumi. Semoga wawasan ini menginspirasi. Yuk Take Action!

4 comments

    Miftahur November 14, 2013 Reply

    yup, let’s be a founder! 🙂

ndop November 17, 2013 Reply

Woh.. nek bisnis vector di Indonesia kuwi jenenge start up gak ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related stories