Bojo, Istri apa bukan ya?

Dalam Bahasa Jawa, bojo artinya Istri, bojo artinya juga Suami.

Bojo adalah istilah ngoko atau bahasa jawa kasar dari pasangan hidup (istri/suami). Istilah bojo digunakan untuk percakapan antar teman sebaya atau yang berusia di bawah kita.

Sedangkan istilah yang dipakai ketika berbicara dengan orang yang kita hormati atau berusia lebih tua dari kita, menggunakan kata Garwo yang artinya juga Suami/Istri.

Huruf ‘O’ pada kata Bojo dibaca seperti kata Toko.

Sedangkan huruf ‘O’ pada kata Garwo dibaca seperti pada kata Tol.

Maka, untuk menyebut Istriku dalam bahasa jawa kasar ialah Bojoku, sementara jawa alus (kromo inggil) nya adalah Garwo Kulo.

[Sekilas Renungan]

“Bojo”, Orang Jawa pasti kenal istilah ini. Tapi ternyata “bojo” di zaman sekarang ini tidak cuma Istri lho!

Di zaman yang sudah terlalu bebas ini, ternyata remaja semakin berani untuk berinovasi. Tidak saja inovasi dalam kebaikan saja, dalam hal buruk (pacaran) pun sudah demikian majunya. Berbagai gaya hidup dan pergaulan yang semakin bebas membuat kontrol terhadap remaja ini semakin longgar.

Kawan, apa jadinya kalau seseorang yang belum nikah dan belum ada ikatan apa-apa selain cuma kata I Love You sudah menyebut lawan jenisnya dengan sebutan “bojo”? Fenomena inilah yang kini banyak terjadi. Mereka memberikan istilah kepada pacarnya dengan istilah “bojo”.

Kalau sudah begini lalu apa bedanya antara nikah atau belum? Apa kita mulai tidak menghargai arti pernikahan? Apa kita menganggap Pernikahan sebagai suatu formalitas biasa? Atau mungkin sudah tidak mengindahkan norma-norma Sosial dan Agama? Naudzubillah min Dzaalik.

22 thoughts on “Bojo, Istri apa bukan ya?”

  1. anak remaja sekarang terlalu bebas kayaknya, kebudayaan barat diserap semua ga dipilih mana yang baik dan yang buruk. semoga aja kita ga kayak begitu yah

    Reply
  2. dulu saya pernah juga denger istilah kayak gitu..( pacarmu mana??…trs di ubah jadi bojomu mana??….)

    aneh memang tapi katanya anak yang bilang itu biar gaul dan lebih dekat….
    lucu kan…mungkin karena pergaulan dan lingkungan yang mengajarkan demikian….

    Reply
  3. pagi mas…
    ini yos(yosbeda.com)
    mau ngenalin blog baru yos ni, infoaja.com
    klo boleh tukeran link ma infoaja.com ya,
    link mas sudah di pasang di infoaja.com, dihalaman utama lho, silhakan cek TKP,hehe
    klo bekenan ditunggu ditunggu blzanya ya.. anchornya nanti “infoaja.com” saja
    terimakasih sebelumnya.

    Reply
  4. Wakakakaka. .. . .bojomu piro mif, eh tak umungi, saiki lak nyebut bkan bojo lagi mif ! Tapi kata bojo yang diwalik, eh mif. . .tukeran link ya!! Linkmu dah tak pasang. . .nmer 2. Pasang ea punyaku, silahkan berkunjung dan komentarnya tak tunggu mif. . .

    Reply
  5. Banyak temen2ku juga yang memanggil pacarnya dengan sebutan Bojo. Lumayan mengganggu juga sih.. Tapi apa boleh buat. Itu khan urusan mereka.

    Sipp bro, Kalau kamu ngga ngedukung pacaran. Aku akan tepat di belakangmu untuk mendukungmu. ^^

    Reply
  6. mas sudah di pasang di infoaja.com, dihalaman utama lho, silhakan cek TKP,hehe
    klo bekenan ditunggu ditunggu blzanya ya.. anchornya nanti “infoaja.com” saja
    terimakasih sebelumnya.

    Reply
  7. Ini namanya perluasan nilai makna (ameliorasi). Masalah tidak memilih utk pacaran sebelum tiba waktunya, I appreciate that 🙂

    Reply
  8. heemmm… meh podo ya nganjok karo medion 😀

    nek aku pernah sih lagi pisan pacaran tapi yo ra nyeloke bojo tor yo ra tau tak mekmek pacarku, kan semboyanku “dirimu pacarku tapi dirimu bukan istriku” hahahah 😆

    Reply

Leave a Reply to and1k Cancel reply