Aku Bukan Superman

Sudah sekitar sebulan ini aku mencoba untuk fokus dalam menjalankan usaha. Sekalian memaksimalkan waktu sebelum mengerjakan skripsi. Bagaimanapun juga, usia muda harus dimanfaatkan secara maksimal untuk sesuatu yang produktif.

Memang benar, sesuatu yang dilakukan secara fokus akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Paling tidak peningkatan itu telah kurasakan dalam waktu sebulan ini.

Mengapa tidak memilih fokus dari dulu saja?

Kadang dalam hidup kita tidak punya banyak pilihan. Termasuk kondisi ekonomiku 2 tahun terakhir yang menyebabkan aku ‘terpaksa’ mengupayakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Jadi, aku tidak akan menyesali ketidakfokusanku di masa lalu. Karena ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari sana.

Kini, dapat dikatakan aku telah memasuki fase kestabilan. Yang harus dilakukan sekarang adalah melakukan peningkatan dan perbaikan terus menerus. Satu-satunya cara adalah dengan berkerja keras dan berdoa panjang.

Know your limit. Sebagai manusia biasa, aku juga menyadari keterbatasan ini. Waktu terbatas, tenaga terbatas, pikiran juga terbatas. Tentu kedepannya harus ada manusia-manusia lain yang membantu pekerjaanku.

4 thoughts on “Aku Bukan Superman”

  1. Caranya dengan berani menolak rejeki baru, kalau jalan menuju rejeki baru itu malah memporakporandakan rejeki lainnya yg lebih penting, yaitu kesehatan.

    Reply

Leave a Comment