Mungkin jika tidak ada cerita ini, aku tidak akan pernah mengenal siapa itu Pipit, Dharma, Erinda, Azza, Yana, Marissa, dan serombongan pemuda dusun Lobeser Timur lainnya. Ternyata, kurang dari 1 bulan mengikuti aktifitas mereka sudah cukup membuat kami begitu akrab.
Cerita ini berawal beberapa hari setelah lebaran, ketika Sulthon, adik ku itu mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan Karang Taruna dalam rangka memperingati HUT RI ke-68. Lebih dari 10 tahun tinggal di Lobeser Timur, baru kali ini aku tahu ada kelompok Karang Taruna di dusun ini.