Untuk mengetahui molaritas larutan yang belum diketahui, kita dapat melakukan titrasi asam dan basa.
Alat dan Bahan
Alat:
- Tabung Reaksi
- Pipet Tetes
- Gelas Ukur
- Tabung Labu
Bahan:
- HCl
- NaOH 0,1 M
- Fenolftalin / PP
- Air
Blog Sharing dan Dokumentasi
Berikut ini adalah daftar peristiwa-peristiwa penting di Indonesia berdasarkan Garis Waktu Sejarah Indonesia: Tanggal Peristiwa 01 Maret 1945 Jendral Kumakichi Harada Mengumumkan pembentukan BPUPKI 29 Mei 1945 Peresmian BPUPKI 29 Mei – 1 Juni 1945 Sidang BPUPKI I Menghasilkan dasar falsafat Negara Indonesia (Pancasila) 22 Juni 1945 Pembentukan Panitia Sembilan 10 -11 Juli 1945 Sidang … Read more
Berikut ini adalah artikel mengenai beberapa bentuk dan nama Perjanjian Internasional yang meliputi Traktat, Konvensi, Deklarasi, Piagam, Pakta, Persetujuan, Protokol, Perikatan, Modus vivendi, Charter, Pertukaran nota, Proses verbal, Convenant, Ketentuan umum, Kompromis, dan Ketentuan penutup. Traktat (treaty) : yaitu persetujuan yang dilakukan oleh dua Negara atau lebih yang mengadakan hubungan antar mereka. Kekuatan traktat sangat … Read more
Untuk mengetahui molaritas larutan yang belum diketahui, kita dapat melakukan titrasi asam dan basa.
Alat dan Bahan
Alat:
Bahan:
Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan atau mencuci bagian yang terkena oleh najis itu.
Allah Swt berfirman: “Dan bersihkanlah pakaianmu” (QS. Al-Muddatsir : 4)
Di ayat lainnya Allah Swt menyatakan: “Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al-Baqarah : 222)
Rasulullah Shollallohu’alaihi Wa Sallam pernah bersabda :
“Kesucian itu sebagian dari iman” (HR. Muslim)
A. Tujuan
Mengidentifikasi larutan asam dan basa menggunakan indikator alam (bunga).
B. Alat dan Bahan
Alat:
Bahan:
Untuk mengidentifikasi larutan asam, basa, dan netral kita dapat mengujinya dengan menggunakan lakmus biru dan merah.
Kertas lakmus adalah kertas yang diberi suatu senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asam maupun basa. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan larutannya.
Perubahan warna yang mampu dihasilkan oleh kertas lakmus sebenarnya disebabkan karena adanya orchein (ekstrak lichenes) yang berwarna biru di dalam kertas lakmus.
Lakmus biru dibuat dengan menambahkan ektrak lamus yang berwarna biru ke dalam kertas putih. Kertas akan menyerap ekstrak lakmus yang selanjutnya dikeringkan dalam udara terbuka, sehingga dihasilkan kertas lakmus biru.
Kertas lakmus biru pada larutan yang bersifat basa akan tetap biru, karena orchein merupakan anion, sehingga tidak akan bereaksi dengan anion (OH-).
Kertas lakmus merah dibuat dengan proses yang sama dengan pembuatan kertas lakmus biru, tetapi ditambahkan sedikit asam sulfat atau asam klorida agar warnanya menjadi merah.
Sehingga mekanisme reaksi orchein pada suasana asam akan kembali terjadi. Apabila ketas lakmus merah dimasukkan ke dalam larutan yang bersifat asam, warnanya akan tetap merah karena lakmus merah memang merupakan orchein dalam suasana asam. Sedangkan, apabila kertas lakmus merah ditambahkan larutan yang bersifat basa, maka orchein yang berwarna biru akan kembali terbentuk.